Postingan

Sejarah Gedung - Gedung Miniatur dan Hasil Video X.2 SMANSALA

Gambar
WELCOME TO WEBSITE X.2  • SEJARAH BATIK MEGA MENDUNG Klik link di bawah :   https://smansalatwomoon.blogspot.com/2025/02/sejarah-filosofi-batik-mega-mendung.html?m=1  •  SEJARAH TAMAN PEDATI GEDE Klik link di bawah : https://smansalatwomoon.blogspot.com/2025/02/sejarah-taman-pedati-gede-cirebon.html?m=1  • SEJARAH EMPAL GENTONG  Klim link di bawah : https://smansalatwomoon.blogspot.com/2025/02/kulineran-khas-cirebon-empal-gentong.html?m=1 • SEJARAH STASIUN KERETA API KEJAKSAN Klik link di bawah : https://smansalatwomoon.blogspot.com/2025/02/sejarah-stasiun-kereta-api-kejaksan.html?m=1 • SEJARAH TARI TOPENG  Klik link di bawah : https://smansalatwomoon.blogspot.com/2025/02/sejarah-tari-topeng-cirebon.html?m=1 • SEJARAH MASJID MERAH PANJUNAN Klik link di bawah : https://smansalatwomoon.blogspot.com/2025/02/sejarah-masjid-merah-cirebon.html?m=1 • SEJARAH GEDUNG BRITISH AMERICAN TOBACCO ( BAT ) Klik link di bawah : https://smansalatwomoon.blogspot.com...

Sejarah & Filosofi Batik Mega Mendung

Gambar
  Sejarah munculnya motif mega dari kedatangan orang-orang Tionghoa ke wilayah Cirebon. Hal ini tidak mengherankan karena pelabuhan Muara Jati di Cirebon merupakan tempat persinggahan para pendatang dari dalam dan luar negeri. Tercatat jelas dalam sejarah, bahwa Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon pada abad ke-16, menikahi Putri Ong Tien dari Cina. Beberapa benda seni yang dibawa dari Cina seperti keramik, piring dan kain berhiaskan bentuk awan. Dalam paham Taoisme, bentuk awan melambangkan dunia atas. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia kesenirupaan Islam pada abad ke-16, yang digunakan kaum Sufi untuk ungkapan dunia yang besar atau alam bebas. Pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Putri Ong Tien menjadi pintu gerbang masuknya budaya dan tradisi Cina ke keraton Cirebon. Para pembatik keraton menuangkan budaya dan tradisi Cina ke dalam motif batik ya...

Sejarah Taman Pedati Gede Cirebon

Gambar
Taman Pedati Gede Cirebon yang terletak di Kawasan Kota Tua, Kota Cirebon, menjadi ikon destinasi wisata baru. Letaknya berada di depan Gedung British American Tobacco (BAT), serta di sisi selatan pelabuhan Cirebon. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan menyampaikan, Taman Pedati Gede berada di Jalan Pasuketan, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatann Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Taman Pedati Gede berisi replika Pedati Gede yang berada di Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. “Pembuatan Taman Pedati Gede sebagai monumen sejarah, sebagai bagian dari rencana tata ruang, pengembangan pariwisata, seni, dan budaya Kota Cirebon,” kata Wandi saat memberikan sambutan prosesi peresmian Taman Pedati Gede, Senin (12/12/2022). Wandi berharap Taman Pedati Gede dapat menjadi ikon destinasi wisata baru di Kota Cirebon. Taman Pedati Gede diresmikan Senin (12/12/2022), bertepatan dengan empat tahun masa kepemimpinan Nasrudin Azis – Eti Herawat...

Kulineran Khas Cirebon Empal Gentong

Gambar
  Sejarah Empal Gentong Empal Gentong adalah salah satu hidangan khas Cirebon yang sudah ada sejak abad ke-15. Hidangan ini berasal dari masa Kesultanan Cirebon, di mana para sultan dan bangsawan gemar menikmati hidangan daging yang dimasak dalam kuah rempah yang kaya. Nama "empal gentong" sendiri memiliki arti unik, di mana "empal" merujuk pada daging sapi yang diiris tipis dan dimasak hingga empuk, sementara "gentong" adalah wadah tanah liat besar yang tradisional digunakan untuk memasak hidangan ini. Awalnya, Empal Gentong hanya disajikan pada acara-acara khusus seperti pernikahan atau upacara adat, namun seiring dengan popularitasnya yang meningkat, hidangan ini mulai dijual di warung-warung dan restoran di seluruh Cirebon. Cara Membuat Empal Gentong : Berikut adalah resep sederhana untuk membuat Empal Gentong khas Cirebon: Bahan-bahan: • 1 kg daging sapi (potongan tipis) • 200 ml santan • 2 batang daun salam • 2 batang daun bawang • 2 batang daun kuny...

Sejarah Stasiun Kereta Api Kejaksan Cirebon

Gambar
  Stasiun Kereta Api Kejaksan, juga dikenal sebagai Stasiun Cirebon, dibuka pada tanggal 3 Juni 1912. Stasiun ini dirancang oleh arsitek Belanda Pieter Adriaan Jacobus Moojen dengan gaya arsitektur Art Nouveau dan Art Deco. Stasiun ini awalnya didirikan untuk menghubungkan jalur kereta api antara Jakarta dan Surabaya. Selain itu, stasiun ini juga menjadi pusat distribusi hasil panen seperti gula, rempah-rempah, dan kopi pada masa kolonial Keunikan  Stasiun Kejaksan memiliki beberapa keunikan yang membuatnya istimewa: • Arsitektur: Stasiun ini memiliki bangunan simetris dengan dua menara berbentuk piramida di bagian tengah. Gaya arsitektur Art Deco membuat stasiun ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung • Lokomotif Bersejarah: Di stasiun ini terdapat lokomotif kereta uap yang bertuliskan B1304, satu-satunya yang tersisa dari 11 unit yang didatangkan dari Pabrik Hanomag Jerman pada tahun 1887. • Penggunaan: Selain sebagai tempat transit, stasiun ini juga memiliki peran penti...

Sejarah Tari Topeng Cirebon

Gambar
  Sejarah Tari Topeng Cirebon Tari Topeng Cirebon ini muncul pada abad 10 hingga 16 Masehi. Pada masa Kerajaan Jenggalan dengan pemerintahan dipimpin oleh Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa, tarian ini masuk ke Cirebon lewat seniman jalanan. Dari sinilah muncul perpaduan budaya hingga akhirnya melahirkan Tari Topeng khas Cirebon. Tari topeng merupakan tarian khas Indonesia yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Tari topeng memiliki ciri utama yaitu para penari menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya. Tiap topeng yang digunakan oleh para penari mempunyai ciri khas atau karakteristiknya sendiri. Hal inilah yang semakin menambah keunikan dari budaya tari yang ada di Indonesia. Tarian tersebut biasanya akan dipentaskan oleh satu orang penari atau sejumlah penari yang berkelompok. Sejarah Tari Topeng Cirebon Tari Topeng Cirebon ini muncul pada abad 10 hingga 16 Masehi. Pada masa Kerajaan Jenggalan dengan pemerintahan dipimpin oleh Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa, tarian ini ma...

Sejarah Masjid Merah Cirebon

Gambar
  Berikut ini adalah informasi yang lebih mendetail mengenai sejarah dan keunikan Masjid Merah Panjunan: Sejarah dan Keunikan Masjid Merah Panjunan Cirebon. Masjid Merah Panjunan, yang terletak di Kelurahan Panjunan, Cirebon, merupakan salah satu masjid tertua di Cirebon yang dibangun pada tahun 1480 oleh Syarif Abdurrahman atau dikenal sebagai Pangeran Panjunan, seorang ulama keturunan Arab. Nama "Panjunan" sendiri berasal dari kata "jun", yang berarti guci atau tempayan, karena daerah ini dahulu dikenal sebagai pusat pembuatan gerabah. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik dengan dinding dan lantai yang terbuat dari bata merah, tanpa menggunakan semen, sehingga memberi kesan bangunan kuno yang kokoh. Selain itu, di dalam masjid terdapat ornamen keramik dari Tiongkok yang menambah keindahan dan keunikan masjid ini. Keramik-keramik ini diduga merupakan hadiah dari para pedagang Tiongkok yang berdagang di Cirebon pada masa itu. Masjid Merah Panjunan juga memiliki ...