Sejarah Stasiun Kereta Api Kejaksan Cirebon

 


Stasiun Kereta Api Kejaksan, juga dikenal sebagai Stasiun Cirebon, dibuka pada tanggal 3 Juni 1912. Stasiun ini dirancang oleh arsitek Belanda Pieter Adriaan Jacobus Moojen dengan gaya arsitektur Art Nouveau dan Art Deco. Stasiun ini awalnya didirikan untuk menghubungkan jalur kereta api antara Jakarta dan Surabaya. Selain itu, stasiun ini juga menjadi pusat distribusi hasil panen seperti gula, rempah-rempah, dan kopi pada masa kolonial

Keunikan 

Stasiun Kejaksan memiliki beberapa keunikan yang membuatnya istimewa:

• Arsitektur: Stasiun ini memiliki bangunan simetris dengan dua menara berbentuk piramida di bagian tengah. Gaya arsitektur Art Deco membuat stasiun ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung

• Lokomotif Bersejarah: Di stasiun ini terdapat lokomotif kereta uap yang bertuliskan B1304, satu-satunya yang tersisa dari 11 unit yang didatangkan dari Pabrik Hanomag Jerman pada tahun 1887.

• Penggunaan: Selain sebagai tempat transit, stasiun ini juga memiliki peran penting dalam sejarah ekonomi Indonesia pada masa kolonial.

Informasi Tambahan

• Lokasi: Stasiun Kejaksan terletak di Jalan Raya Siliwangi, Kebonbaru, Kejaksan, Cirebon, Jawa Barat.

• Fasilitas: Stasiun ini memiliki empat peron dan enam jalur kereta api. Stasiun ini juga memiliki fasilitas seperti loket, karcis, dan bagasi.

Sumber Informasi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Cirebon

https://www.jabarpublisher.co.id/sejarah-stasiun-kereta-api-kejaksan-cirebon-saksi-bisu-zaman-kolonial-hindia-belanda/

https://www.serambibisnis.com/2019/04/stasiun-kereta-api-kejaksan-cirebon-objek-wisata-sejarah-yang-memiliki-keunikan-dan-daya-pikat-tersendiri.html?m=1

Komentar